Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Batik Indonesia Go Internasional

Pastinya kalian sudah tidak asing lagi mendengar kata batik.Batik merupakan budaya yang telah lama berkembang dan dikenal oleh masyarakat Indonesia. Kata batik mempunyai beberapa pengertian. Menurut Hamzuri dalam bukunya yang berjudul Batik Klasik, pengertian batik merupakan suatu cara untuk memberi hiasan pada kain dengan cara menutupi bagian-bagian tertentu dengan menggunakan perintang. Zat perintang yang sering digunakan ialah lilin atau malam.kain yang sudah digambar dengan menggunakan malam kemudian diberi warna dengan cara pencelupan.setelah itu malam dihilangkan dengan cara merebus kain. Akhirnya dihasilkan sehelai kain yang disebut batik berupa beragam motif yang mempunyai sifat-sifat khusus.
Secara etimologi kata batik berasal dari bahasa Jawa, yaitu”tik” yang berarti titik / matik (kata kerja, membuat titik) yang kemudian berkembang menjadi istilah ”batik” (Indonesia Indah ”batik”, 1997, 14). Di samping itu mempunyai pengertian yang berhubungan dengan membuat titik atau meneteskan malam pada kain mori. Menurut KRT.DR. HC. Kalinggo Hanggopuro (2002, 1-2) dalam buku Bathik sebagai Busana Tatanan dan Tuntunan menuliskan bahwa, para penulis terdahulu menggunakan istilah batik yang sebenarnya tidak ditulis dengan kata”Batik” akan tetapi seharusnya”Bathik”. Hal ini mengacu pada huruf Jawa ”tha” bukan ”ta” dan pemakaiaan bathik sebagai rangkaian dari titik adalah kurang tepat atau dikatakan salah. Berdasarkan etimologis tersebut sebenarnya batik identik dikaitkan dengan suatu teknik (proses) dari mulai penggambaran motif hingga pelorodan. Salah satu yang menjadi ciri khas dari batik adalah cara pengambaran motif pada kain ialah melalui proses pemalaman yaitu mengoreskan cairan lilin yang ditempatkan pada wadah yang bernama canting dan cap.


Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Di masa lalu membatik merupakan salah satu mata pencaharian yang ada dalam kehidupan masyarakat. Ragam corak dan warna batik dipengaruhi oleh beberapa pengaruh dari luar, sebagai contoh batik Yogyakarta dan Surakarta sebagai pusat batik Jawa dipengaruhi kehidupan keraton, daerah pesisir seperti Madura  dipengaruhi budaya pedagang dan Bali yang banyak dipengaruhi Hindu.  Oleh karena itulah maka masing-masing daerah mempunyai ragam corak dan warna yang khas. Batik juga termasuk salah satu pusaka budaya. Pelestarian budaya akan membangun masa depan yang menyinambungkan berbagai potensi masa lalu dengan berbagai perkembangan jaman yang terseleksi. Kesinambungan yang menerima perubahan merupakan konsep utama pelestarian, yang bertujuan untuk memelihara sumber budaya dan identitas suatu lingkungan pusaka.




Pada tanggal 2 Oktober, 2009 UNESCO telah menetapkan batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Dengan adanya pengakuan dunia tersebut maka hari tersebut juga disahkan sebagai harin Batik Nasional. Ini merupakan hal yang sangat membanggakan bagi masyarakat Indonesia, karena sudah ada pengakuan dari dunia internasional bahwa batik merupakan salah satu budaya milik Indonesia asli. Walaupun dulu batik terkesan kuno oleh para muda mudi Indonesia, namun berbeda dengan zaman modern seperti sekarang. Design dan motif batik sekarang kini lebih bermacam-macam sehingga menambah warna-warni dan keragaman dalam dunia fashion di Indonesia. Para pengrajin dan designer di Indonesia sangat kreatif dalam membuat batik agar batik dapat terlihat lebih fashionable. Bahkan tokoh-tokoh dunia dan selebriti duniapun turut mengenakan batik.

(Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela)

(Musisi Carlos Santana)

(Aktris Hollywood Jessica Alba)

(Personil Girls Generation Seohyun)

(Aktris Hollywood)

 Untuk itu kita sebagai penerus bangsa, kita harus bangga dengan warisan budaya yang kita miliki salah satunya adalah batik, untuk itu kita jangan pernah segan atau malu untuk mengenakannya dalam berbagai kesempatan agar kita tetap menjaga dan melestarikan warisan budaya asli negara Indonesia tercinta. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kebaya, Ciri Khas Wanita Indonesia

Sebagai orang Indonesia , tentu kita sudah tidak asing lagi dengan kebaya, untuk postingan kali ini saya akan membahas tentang kebaya, Kebaya merupakan pakaian tradisional wanita Indonesia. Asal kata kebaya berasal dari kata arab abaya yang berarti pakaian. Ada pendapat yang menyatakan kebaya berasal dari China. Lalu menyebar ke Malaka, Jawa, Bali, Sumatera, dan Sulawesi. Setelah akulturasi yang berlangsung ratusan tahun, pakaian itu diterima di budaya dan norma setempat. Namun ada juga pendapat bahwa kebaya memang asli dari Indonesia. Karena pakaian asli China adalah Cheongsam yang berbeda dari kebaya. Bentuk paling awal dari kebaya berasal dari istana Majapahit sebagai sarana untuk memadukan perempuan Kemban yang ada, tubuh bungkus dari perempuan aristokrat menjadi lebih sederhana dan dapat diterima oleh yang baru memeluk agama Islam. Aceh, Riau dan Johor dan Sumatera Utara mengadopsi gaya kebaya Jawa sebagai sarana ekspresi sosial status dengan penguasa Jawa yang lebih alus atau halus. Nama kebaya sebagai pakaian tertentu telah dicatat oleh Portugal saat mendarat di Jawa. Kebaya Jawa seperti yang ada sekarang telah dicatat oleh Thomas Stamford Bingley Raffles di 1817, sebagai sutra, brokat dan beludru, dengan pembukaan pusat dari blus diikat oleh bros, bukan tombol dan tombol-lubang di atas batang tubuh bungkus kemben, yang kain (dan pisahkan bungkus kain beberapa meter panjang keliru diberi istilah 'sarung di Inggris (sarung (aksen Malaysia: sarung) dijahit untuk membentuk tabung, seperti pakaian Barat). Sekitar tahun 1500-1600, di Pulau Jawa, kebaya adalah pakaian yang hanya dikenakan keluarga kerajaan Jawa. Kebaya juga menjadi pakaian yang dikenakan keluarga Kesultanan Cirebon, Kesultanan Mataram dan penerusnya Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.


Selama masa kendali Belanda di pulau itu, wanita-wanita Eropa mulai mengenakan kebaya sebagai pakaian resmi. Selama masa ini, kebaya diubah dari hanya menggunakan barang tenunan mori menggunakan sutera dengan sulaman warna-warni. Pakaian yang mirip yang disebut "nyonya kebaya" diciptakan pertama kali oleh orang-orang Peranakan dari Melaka. Mereka mengenakannya dengan sarung dan sepatu cantik bermanik-manik yang disebut "kasut manek". Kini, nyonya kebaya sedang mengalami pembaharuan, dan juga terkenal di antara wanita non-Asia. Variasi kebaya yang lain juga digunakan keturunan Tionghoa Indonesia di Cirebon, Pekalongan, Semarang, Lasem, Tuban dan Surabaya. 



Bagi seorang wanita Jawa, kebaya bukan hanya sebagai sebatas pakaian. Lebih dari itu kebaya juga menyimpan sebuah filosofi tersendiri. Seperti Tokoh pahlawan wanita  seperti Kartini dengan kebyanaya kebaya, yang merupakan seorang wanita Jawa. Peringatan tanggal kelahiran Kartini, 21 April, selalu identik dengan kebaya. Perayaan Peringatan Hari Kartini tersebut biasanya diselenggarakan di sekolah-sekolah dengan mengusung tema kebaya atau pakaian tradisional Indonesia. Hal ini sebagai wujud pelestarian budaya dan juga memperingati Pahlawan Nasional. Dan peringatan hari Kartini dilakukan dengan menggunakan kebaya. Sebuah filosofi yang mengandung nilai-nilai kehidupan. Keberadaan kebaya di Indonesia bukan hanya sebagai menjadi salah satu jenis pakaian. Kebaya memiliki makna dan fungsi lebih dari itu. Bentuknya yang sederhana bisa dikatakan sebagai wujud kesederhaan dari masyarakat Indonesia. Nilai filosofi dari kebaya adalah kepatuhan, kehalusan, dan tindak tanduk wanita yang harus serba lembut.


 Kebaya selalu identik dipasangkan dengan jarik atau kain yang membebat tubuh. Kain yang membebat tubuh tersebut secara langsung akan membuat siapapun wanita yang mengenakannya kesulitan untuk bergerak dengan cepat. Itulah sebabnya mengapa wanita Jawa selalu identik dengan pribadi yang lemah gemulai. Menggenakan kebaya akan membuat wanita yang mengenakannya berubah menjadi seorang wanita yang anggun dan mempunyai kepribadian. Potongan kebaya yang mengikuti bentuk tubuh mau tidak mau akan membuat wanita tersebut harus bisa menyesuaikan dan menjaga diri. Setagen  yang berfungsi sebagai ikat pinggang, bentuknya tak ubah seperti kain panjang yang berfungsi sebagai ikat pinggang. Namun justru dari bentuknya yang panjang itulah nilai-nilai filosofi luhur ditanamkan, merupakan symbol agar bersabar/jadilah manusia yang sabar, erat kaitannya dengan peribahasa jawa “dowo ususe” atau panjang ususnya yang berarti sabar. Jadi sebagai wanita Indonesia jangan ragu-ragu untuk mengenakan kebaya dalam berbagai kesemptan , karena kebaya saat ini tidak lagi identik dengan kuno , karena kebaya saat ini sudah lebih modern dan fashionable , untuk itu wanita Indonesia jangan ragu untuk mengenakannya dalam berbagai kesempatan , karena kebaya merupakan pakaian ciri khas dari wanita Indonesia. Untuk itu kita harus bangga dan selalu melestarikannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bung Tomo dan Arek-arek Suroboyo Yang Heroik

Di samping 17 Agustus 1945 saat dikumandangkannya proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 10 Nopember adalah tanggal keramat bagi bangsa Indonesia khususnya masyarakat Surabaya dalam kaitannya dengan sejarah perjuangan kemerdekaan NKRI. Di tanggal itu terjadi pertempuran dahsyat antara tentara Sekutu dan NICA dengan arek-arek Suroboyo yang memakan korban dalam jumlah yang sangat besar di kedua belah pihak.


Pertempuran 10 Nopember 1945

Insiden perobekan bendera Belanda di HOTEL Orange yang berlokasi di jalan Tunjungan Surabaya  menyulut bentrokan-bentrokan bersenjata antara pasukan Inggris dengan para pejuang di Surabaya, yang memuncak dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur, pada 30 Oktober 1945.


Terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, membuat penggantinya, Mayor Jenderal Mansergh mengeluarkan ultimatum bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan  meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945. Ultimatum tersebut ditolak mentah-mentah oleh para pejuang. Berbekal bambu runcing, arek-arek Suroboyo memilih berjuang hingga titik darah penghabisan.



Sekutu pun menepati ultimatumnya. Pada 10 November 1945 pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat, dengan mengerahkan sekitar 30.000 serdadu, 50 pesawat terbang, sejumlah tank dan  kapal perang.


Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom dari udara oleh pasukan Barat, karena mereka menolak menyerahkan senjata. Arek-arek Suroboyo ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Dua kuintal bom dijatuhkan pasukan Sekutu. Drum bensin meledak. Jam 6.10, Surabaya menjadi lautan api.

Tentara Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.


Pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya
Namun di luar dugaan, ternyata perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan.

Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Pemandangan tanggal 30 November 1945, sepanjang mata memandang, bergelimpangan mayat terbujur kaku, hangus, serpihan daging dari 30.000 orang. Para pejuang rela berkorban nyawa berjibaku mempertahankan kehormatan tanah airnya, Surabaya. Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan.

Bung Tomo yang Heroik




Di balik pertempuran dahsyat yang terjadi pada tanggal 10 Nopember 1945, ada sebuah nama yang mempunyai andil besar dalam memompa semangat, keberanian, dan rasa cinta tanah air khususnya kepada arek-arek Suroboyo. Dialah Sutomo atau biasa disebut Bung Tomo yang lahir di Surabaya pada tanggal 3 Oktober 1920.  Bung Tomo adalah seorang wartawan yang aktif menulis di beberapa surat kabar dan majalah, di antaranya: Harian Soeara Oemoem, Harian berbahasa Jawa Ekspres, Mingguan Pembela Rakyat, Majalah Poestaka Timoer, menjabat sebagai wakil pemimpin redaksi Kantor Berita pendudukan Jepang Domei, dan pemimpin redaksi Kantor Berita Antara di Surabaya. Beliau juga menjabat sebagai pucuk pimpinan Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) – yang akhirnya dilebur ke dalam Tentara Nasional Indonesia. BPRI bertugas mendidik, melatih, dan mengirimkan kesatuan-kesatuan bersenjata ke seluruh wilayah tanah air. Di balik sederet jabatan yang diembannya Bung Tomo dikenal luas sebagai pribadi yang sederhana dan dekat dengan segala lapisan masyarakat termasuk kalangan bawah. Bung Tomo juga aktif berpidato yang disiarkan oleh Radio BPRI untuk mengobarkan semangat perjuangan yang selalu direlai oleh RRI di seluruh wilayah Indonesia. Isi pidato beliau begitu khas: heroik,  penuh semangat, berapi-api,  disampaikan dengan sorot mata tajam dan terbukti telah berhasil mengobarkan semangat arek-arek Suroboyo untuk mengangkat senjata tak kenal kata surut menghadapi lawan yang tangguh.


Pidato Bung Tomo membakar semangat arek-arek Suroboyo

Berikut petikan pidato Bung Tomo yang sangat terkenal itu:

“Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga. Kita tunjukken bahwa kita ini benar-benar orang-orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita saudara-saudara, lebih baik hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap “Merdeka atau Mati”. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!! Merdeka!!”

Gelar Pahlawan yang Terlambat

Tidak seperti para pahlawan lain yang memperoleh gelar kepahlawanan sejak lama, baru empat tahun ini Bung Tomo mendapat gelar pahlawan. Hal ini disebabkan adanya gesekan antara Bung Tomo dengan pemerintah Orde Baru. Beliau pernah aktif dalam politik pada tahun 1950-an bahkan pernah menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/ Veteran sekaligus Menteri Sosial ad interim pada tahun 1955-1956 di era Kabinet Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Bung Tomo juga tercatat sebagai anggota DPR 1956-1959 yang mewakili Partai Rakyat Indonesia.  Namun pada awal tahun 1970-an, beliau berbeda pendapat dengan pemerintahan Orde Baru. Beliau berbicara keras terhadap program-program presiden Soeharto sehingga pada 11 April 1978  ditahan oleh pemerintah selama setahun karena kritik-kritiknya yang keras.

Atas desakan dari beberapa kalangan, akhirnya pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Bung Tomo bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2008. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Bersatu, Muhammad Nuh pada tanggal 2 November 2008 di Jakarta.

Padang Arafah menjadi saksi berpulangnya Bung Tomo pada tanggal 7 Oktober 1981, ketika sedang menunaikan ibadah haji. Berbeda dengan tradisi untuk memakamkan para jemaah haji yang meninggal dalam ziarah ke tanah suci, jenazah Bung Tomo dibawa kembali ke tanah air. Jenazahnya tidak dimakamkan di sebuah Taman Makam Pahlawan layaknya seorang pahlawan nasional, melainkan di Tempat Pemakaman Umum Ngagel, Surabaya. Sebuah ironi, mengingat TPU Ngagel tepat berhadapan dengan Taman Makam Pahlawan di seberang jalan. Ini menunjukkan betapa Bung Tomo adalah seorang pahlawan yang tidak gila hormat. Makam beliau membaur di tengah-tengah makam rakyatnya.
  


Selamat jalan Bung Tomo.. Meski pemerintah sempat tak berniat untuk memberikan gelar pahlawan, namun semangat heroikmu akan terus berkobar dalam dada kami sejak dulu, sekarang, hingga nanti.-

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Trend Fashin tahun 1920-an

Siapa sih yang tak kenal dengan kata Dunia fashion ?. Setiap orang mendengar kata fashion pasti terbesit di pikiran mereka bahwa fashion merupakan sebuah gaya hidup yang kini di Indonesia semakin hari semakin berkembang dengan pesat. Fashion sudah menjadi topik pembicaraan sehari hari, apalagi tampil modis sepertinya sudah menjadi sebuah keharusan bagi sebagian orang. Banyak para wanita sseolah-olah kecanduan fashion yang terbaru. bahkan bukan hanya untuk kalangan wanita saja, bagi sebagian kalangan pria pun sudah menjadi suatu kebutuhan karena fshion bukan hanya lebih dari sekedar pakaian tapi bisa cara untuk mengekspresikan individualitasnya.
  

Fashion menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari penampilan dan gaya keseharian. Benda-benda seperti baju dan aksesori yang dikenakan bukanlah sekadar penutup tubuh dan  hiasan, lebih dari itu juga menjadi sebuah alat komunikasi untuk menyampaikan identitas pribadi. Fashion tidak hanya menyangkut soal busana dan aksesoris semacam perhiasan seperti kalung dan gelang, akan tetapi benda-benda fungsional  lain yang dipadukan dengan unsur-unsur desain yang menarik dan unik menjadi alat yang dapat menunjukkan dan mendongkrak penampilan si pemakai. 

Di dalam sebuah fashion, ada nilai yang ingin dikomunikasikan melalui apa yang ditampilkan. fashion merupakan sebuah bentuk dari ekspresi individualistik. nilai-nilai fashion tidak hanya sebuah karya seni nilai yang ingin dipromosikan atau dikomunikasikan melalui apa yang ditampilkan. Nilai-nilai fashion tidak hanya sebagai sebuah karya seni akan tetapi fashion juga dipergunakan sebagai  simbol dan cerminan budaya yang dibawa. Karena fashion mengenai bagaimana mengkonstruksikan nilai-nilai budaya dan bagaimana fashion mengidentifikasikanbudaya yang dianut melaui bagaimana cara mereka menggunakan fashion sebagai identitas.








Berbicara mengenai dua hal di dalam dunia fashion yang saling berkaitan erat, yakni wanita dan fashion, para wanita terlihat seperti saling berlomba dengan cara yang inspiratif untuk tampil lebih modis dan stylish mulai dari remaja hingga wanita setengah baya. Menyerasikan pakaian dengan komponen pendukungnya seperti aksesoris pakaian seperti sepatu, sandal, kalung, dll. Tentu saja mengikuti model terkini yang semakin hari semakin banyak pilihan.

Tidak dapat dipungkiri kita akan tertarik untuk mengenakan pakaian yang sedang marak ketika kita melihat orang lain pantas memakainya, tapi kadang kita belum mengenali diri sendiri mengenai   fashion yang lebih cocok, nyaman dan membuat kita percaya diri tanpa harus meniru style orang lain pakai. Masing-masing individu pasti akan menghadapi suatu tantangan untuk menciptakan penampilan yang selalu berbeda dari yang lain dalam berbagai kesempatan. Dengan perkembangan dunia fashion baru memang akan membuat para fashionista semakin bingung untuk menentukan style, tapi pada akhirnya semua akan menemukan style sendiri yang tidak sama dengan orang lain bahkan bisa menjadi trend setter bagi orang lain. Trend fashion akan banyak mengubah diri kita, terutama penilaian orang terhadap penampilan kita saat itu. Kita akan mendapat reaksi baik ataupun sebaliknya, semua tergantung apakah kita bisa memilih style yang tepat untuk diri kita atau tidak. Fashion memang tidak pernah mati dan akan terus berkembang. Fashion ada di setiap aspek dari musik, seni, dan arsitektur. Orang tidak akan pernah bosan oleh fashion tapi justru akan terus mencari dan menemukan fashion-fashion baru yang menjadikan dunia lebih berwarna dan meriah.

 Gaya berbusana (fashion) selalu mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi tersebut berlangsung lebih pesat dari aspek - aspek lain seperti bidang lain dalam aktifitas manusia (seperti bahasa, pemikiran dll). Fashion mungkin saja berbeda dalam satu kelompok masyarakat tergantung pada usia, kelas sosial, generasi, pekerjaan dan letak geografis juga bergantung pada waktu. Contohnya bila seseorang yang sudah berusia  lebih tua berpakaian layaknya orang yang lebih muda, orang tersebut akan terlihat aneh dimata kelompok usia tua maupun muda. Dari fashion juga menggambarkan sebuah simbolik bagi setiap golongan individu menunjukkan beberapa kalangan, seperti golongan anak-anak, remaja dewasa dan orang tua. Maraknya fahion di setiap kalangan makin membuat aksisibilitas fashion bergerak ke seluruh dunia yang akhirnya berlomba-lomba menciptakan sesuatu yang baru dan terkini umtuk dipamerkan. diproduksi dan akhirnya dipasarkan pada masyarakat. membuat sesuatu yang baru dan unik, ditunjang dengan desain yang bervariasi mengikuti arah gerak fasion disetiap tahunnya.

  
Trend di industri fashion selalu berubah setiap saat dan biasanya punya durasi yang biasanya relatif sebentar. Setiap hari selalu ingin memakai pakaian yang berbeda dan sangat ingin tampil trendy dan stylish. Karena itu tidak ada salahnya melirik sekilas perjalanan fashion untuk mengetahui sejarahnya. Fashion dimulai dari tahun 1920. Pada dekade inilah awal dunia fashion. Tahun ini merupakan awal kebangkitan kaum wanita mencapai kebebasan dan kemerdekaannya.





Di dekade sebelumnya, pakaian ala Cinderella dengan rok super megar dengan pinggang ekstra ketat, menyiksa kaum wanita, karena itulah mulai tahun ‘20an baju tersebut ditinggalkan. Tahun 1920 merupakan abad baru ketika dunia fashion terlahir kembali dengan pandangan yang berbeda. Inovasi terbaru muncul dari desainer dunia, seperti Coco Chanel yang menyuguhkan potongan, warna, serta gaya yang mementingkan karakter seorang cewek. Dari sinilah dunia fashion mulai berkibar.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hai guys perkenalkan saya Murti Ode Putri .saya adalah seorang mahasiswi  dari program studi ilmu komunikasi,dalam blog kali ini saya akan membahas tentang fashion. fashion merupakan sebuah gaya hidup yang semakin hari semakin berkembang dengan pesat dari tahun ke tahun dan dari masa ke masa.Fashion menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari penampilan dan gaya keseharian kita.Fashion selalu menjadi daya tarik tersendiri tidak hanya oleh kaum hawa tapi juga  kaum laki-laki karena fashion merupakan citra diri dan identitas seseorang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS